Tolak Geothermal, Masyarakat Padarincang Persiapkan Istighosah di Kantor Bupati Serang

Tolak Geothermal, Masyarakat Padarincang Persiapkan Istighosah di Kantor Bupati Serang

Serang – Hingga saat ini, warga Padarincang masih terus melakukan perlawanan untuk menolak proyek Proyek Lustrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Geothermal, di Gunung Prakasak kecamatan Padarincang Kabupaten Serang.

Ratusan warga Padarincang serta mahasiswa yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) pun terus lakukan penolakan melalui istighosah akbar untuk menolak proyek Geothermal di daerahnya. Jum’at (14/02/2020).

Deni, salah satu warga yang berada di lokasi mengatakan, dari awal masuknya proyek Geothermal ke Padarincang, Kabupaten Serang tersebut, pihaknya sudah menolak tanpa adanya tawar menawar lagi.

“Kami tidak akan pernah mundur untuk melawan proyek Geothermal yang merusak alam kami,” ujarnya kepada Wartawan melalui sambungan WhatsApp. Sabtu (15/2/2020).

Deni mengatakan, warga Padarincang tidak butuh proyek tersebut, apalagi di iming-imingi kerjaan maupun sebagainya. Pihaknya secara tegas mengatakan, apabila pihak perusahaan maupun pemerintah masih memaksakan Geothermal berdiri di Padarincang, warga beserta santri akan terus melakukan perlawanan.

“Kami sudah secara tegas menolak, tidak ada tawar menawar lagi. Kalau Perusahaan dan Pemerintah masih tetap ingin memaksakan Geothermal berdiri di Padarincang, maka kami warga beserta santri tidak akan pernah mundur satu langkah pun untuk menolak Geothermal,” tegasnya.

Deni menuturkan, pihaknya yang tergabung dalam SAPAR melakukan istighosah akbar bertujuan, agar pemerintah diberikan hidayah untuk berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pemodal besar.

“Kami SAPAR melakukan Istighosah Akbar menunjukkan saat seluruh pemimpin kami di bumi tidak satupun berpihak kepada kepentingan rakyat, maka kami mengadukan semuanya ke langit. Kami guncang lauhil mahfudz berdo’a untuk keselamatan alam dan seluruh makhluk nya yang ada di Padarincang, agar pemimpin kami di beri hidayah atau ditempatkan pada yang seharusnya untuk para perusak alam,” katanya.

Sementara, Nurhendra Wibowo salah satu mahasiswa mengatakan, istighosah akbar yang digelar oleh warga beserta santri Padarincang tersebut menunjukkan bahwa pihaknya masih terus melakukan penolakan terhadap Geothermal.

“Ini bentuk pemberitahuan kepada pemerintah Kabupaten Serang bahwa, ghiroh penolakan masyarakat Padarincang terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) masih ada dan terus berlipat ganda,” ucapnya.

Nurhendra juga mengancam bahwa pihaknya akan melakukan Istighosah Akbar dikantor Bupati Serang untuk menyampaikan langsung aspirasi yang mereka perjuangkan selama ini.

“Dan kami semua masyarakat Padarincang sudah mempersiapkan untuk memindahkan lokasi istighosah ini ke kantor Bupati Serang untuk menyampaikan langsung bahwa PLTPB tidak cocok berada dibumi Padarincang. Dan mempertegas bahwa, masyarakat Padarincang dengan tekad bulat menolak pembangunan PLTPB di Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang,” tegasnya. (Faizudin).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *