Kukerta UIN Banten memberikan Edukasi Anti-Bullying di SDN Koncang (Rasyid/ReportaseBanten)
SERANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 43 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar edukasi pencegahan perundungan (bullying) bagi puluhan siswa kelas IV, V, dan VI SDN Koncang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Karakter Siswa yang Saling Menghargai, Peduli dan Berani Menolak Bullying” itu menjadi bagian dari program kerja Kukerta yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter sejak usia dini.
Pemateri kegiatan, Ikrima Ghina Gunawan, mengatakan siswa perlu memiliki keberanian untuk mencegah maupun melaporkan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Kalau melihat atau mengalami bullying di sekolah, jangan diam. Ingat prinsip 3S: Stop, Support, dan Speak Up. Berani hentikan tindakan bullying, dukung teman yang menjadi korban, dan laporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Tangan dan mulut kita bukan untuk menyakiti, tetapi untuk menolong dan menyebarkan kebaikan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak bagi korban maupun pelaku, hingga langkah-langkah pencegahan.
Untuk diketahui, penyampaian materi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta simulasi sederhana agar lebih mudah dipahami peserta.
Selain pemberian materi, mahasiswa Kukerta juga mengajak siswa mengikuti sesi Butterfly Hug, yakni latihan sederhana untuk membantu mengenali sekaligus mengelola emosi.
Pada sesi tersebut, kata dia, sejumlah siswa tampak terharu dan berani mengungkapkan pengalaman serta perasaan yang selama ini mereka pendam.
Ketua Kukerta Kelompok 43 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M. Fatul Adzim, berharap kegiatan tersebut mampu menanamkan karakter saling menghargai dan kepedulian di lingkungan sekolah.
“Kami berharap edukasi ini dapat menumbuhkan karakter siswa yang saling menghargai, peduli, dan berani menolak bullying. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SDN Koncang atas sambutan hangat, dukungan, dan kerja sama yang baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar,” sampainya.
Kepala SDN Koncang, Nengsing, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kukerta tersebut. Menurut dia, materi yang disampaikan mudah dipahami siswa dan relevan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi anti-bullying yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Kukerta UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kelompok 43. Materi yang disampaikan sangat baik dan mudah dipahami oleh siswa. Kami berharap nilai-nilai saling menghargai, peduli, serta keberanian untuk menolak bullying dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Mahasiswa Kukerta Kelompok 43 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap dapat berkontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan bebas dari perundungan.
Selain itu, mereka juga menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kepedulian sosial di kalangan peserta didik.

