Cilegon – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Provinsi Banten Tahun 2026 di Stadion Geger Cilegon, Kamis, (11/6/2026).
Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri para kepala daerah se-Provinsi Banten, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, KONI, NPCI, pelatih, ofisial, serta ribuan atlet pelajar yang akan berkompetisi selama sepekan ke depan.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa POPDA bukan hanya ajang perebutan medali, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pencarian bibit atlet unggulan Banten di masa depan.
“POPDA bukan sekadar arena kompetisi untuk meraih medali dan prestasi. Lebih dari itu, POPDA merupakan wahana pembentukan atlet muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat juang tinggi. Bakat saja tidak cukup untuk menjadi atlet berprestasi. Diperlukan komitmen, disiplin, sportivitas, dan semangat berlatih yang kuat,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, para atlet yang berlaga saat ini merupakan calon-calon atlet masa depan Banten yang dipersiapkan menghadapi berbagai ajang bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2027, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, hingga PON XXIII Tahun 2032 yang akan digelar bersama oleh Provinsi Banten dan Lampung.
Andra juga mengingatkan para pelatih, pembina, dan ofisial agar menjadi teladan dalam menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Para ofisial dan pembina harus memberikan contoh yang baik. Apa pun hasil pertandingan harus diterima dengan lapang dada. Prestasi olahraga dibangun melalui pembinaan berjenjang, latihan yang disiplin, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan fasilitas olahraga yang memadai,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
“Prestasi atlet bukan hasil kerja individu semata, melainkan hasil sinergi antara atlet, pelatih, orang tua, sekolah, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, saya optimistis Banten mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah PON 2032 serta kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cilegon sebagai tuan rumah POPDA XII dan PEPARPEDA IX Tahun 2026.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Gubernur dan seluruh masyarakat Banten atas terpilihnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah PON 2032. Ini menjadi motivasi bagi para atlet pelajar yang hari ini bertanding, karena merekalah yang nantinya akan menjadi representasi Banten di tingkat nasional,” ujarnya.

Robinsar menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga pelajar terbesar di Provinsi Banten tersebut.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon akan berupaya memberikan pelayanan terbaik agar seluruh kontingen dapat bertanding dengan aman, nyaman, dan penuh semangat sportivitas,” katanya.
Tak lupa, ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan kompetisi ini sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat persaudaraan antarpelajar.
“Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, dan hormati sesama peserta. Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet Banten yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan panitia pelaksana, Ahmad Syaukani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon dan seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan POPDA XII dan PEPARPEDA IX Tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan ajang olahraga pelajar terbesar di Provinsi Banten,” ujarnya.
Menurut Syaukani, penyelenggaraan POPDA bertujuan meningkatkan pembinaan prestasi olahraga pelajar, mempersiapkan calon atlet andalan daerah, menjadi sarana evaluasi pembinaan olahraga, serta mempererat persatuan dan kesatuan pelajar se-Banten.
“POPDA 2026 juga menjadi bagian dari proses penjaringan atlet potensial yang akan dipersiapkan mewakili Banten pada POPNAS 2027. Kami berharap lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sebagai informasi, POPDA XII dan PEPARPEDA IX Provinsi Banten Tahun 2026 berlangsung pada 11–17 Juni 2026 dengan Kota Cilegon sebagai tuan rumah. Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan di 20 venue yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cilegon.
Ajang ini diikuti oleh 3.000 peserta, terdiri atas 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 ofisial dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Kehadiran ribuan peserta tersebut menjadikan POPDA XII dan PEPARPEDA IX sebagai momentum strategis dalam pengembangan olahraga pelajar sekaligus memperkuat posisi Kota Cilegon sebagai pusat penyelenggaraan event olahraga tingkat provinsi.
Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, POPDA XII dan PEPARPEDA IX Banten 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak mengharumkan nama Banten di kancah nasional maupun internasional. (*/Red).

