Pendongeng profesional dari Yayasan Yatim Mandiri hadir dalam rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Rasyid/ReportaseBanten)
SERANG – Kehadiran pendongeng profesional dari Yayasan Yatim Mandiri menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Spesial Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Madrasah Diniyah Nurul Islam Kaningan, kota Serang.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin, 13 hingga Kamis, 16 Juli. Menurut Kepala Madrasah Diniyah Nurul Islam Kaningan, Ahmad Yani, sesi dongeng dipilih sebagai media untuk mengenalkan lingkungan madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para peserta didik baru.
“Pendongeng dari Yatim Mandiri tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, adab, dan semangat menuntut ilmu. Banyak siswa yang awalnya pemalu, hari ini berani maju ke depan. Itu dampak yang kami cari,” katanya, Rabu (15/7/2026).
Ia berkata, MATAMUDA dirancang agar siswa menjalani hari-hari pertama di madrasah dengan suasana yang menyenangkan, bukan rasa takut.
“Alhamdulillah selama empat hari ini target kami tercapai. Wajah anak-anak penuh senyum. Mental mereka sudah siap untuk kembali aktif belajar. Ini fondasi yang tidak bisa dibeli,” sampainya.
Ahmad Yani bilang, sesi dongeng digelar pada hari kedua kegiatan. Pendongeng profesional menyampaikan pesan-pesan tentang akhlak, adab, dan pentingnya menuntut ilmu melalui cerita interaktif yang melibatkan seluruh siswa.
Hal itu, menurut dia, menggunakan pendekatan kreatif agar anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
Selain Yayasan Yatim Mandiri, penyelenggaraan MATAMUDA juga melibatkan Alumni Madrasah Diniyah Nurul Islam Kaningan, Bina Remaja, Forum Komunikasi Guru Mengabdi Kaningan dan Safari Dongeng Karakter.
Dalam kegiatannya, MATAMUDA diawali dengan pendaftaran ulang serta penyambutan siswa baru pada 13 Juli lalu. Hari berikutnya diisi dengan kegiatan mendongeng, kemudian dilanjutkan lomba-lomba Islami seperti adzan, hafalan surat pendek, dan tebak bahasa Arab-Inggris untuk membangun kepercayaan diri dan ukhuwah antarsiswa.
Pada hari penutupan, siswa diperkenalkan dengan lingkungan madrasah serta jajaran pengurus yayasan, ustaz, ustazah serta pengelola madrasah.
Selain itu, selama kegiatan berlangsung, pihak madrasah juga menggalang gerakan “Siapkan Infaq Terbaik”. Adapun dana yang terkumpul disebut akan disalurkan untuk mendukung kegiatan sosial dan pendidikan bagi anak-anak yatim.
Dengan berakhirnya MATAMUDA, Ahmad Yani berharap tahun ajaran 2026/2027 dapat dimulai dengan semangat baru dan inovasi baru untuk kualitas pembelajaran yang lebih atraktif.
“Anak yang hatinya bahagia, insya Allah ilmunya mudah masuk,” pungkasnya.

